Senin, 01 Desember 2014

THE MEANING OF A SONG "SOMEONE LIKE YOU" BY ADELE

Hari Ini Kembali Lagi Walau Berbeda Konsepnya,.. hehe, ya beda dong yak, skarang tuh tahun 2012, dulu khan taon 2011, ya tapi samalah, hari ini 1 may, ya biasa disambut baik Oleh gerombolan-gerombolan manusia atau biasa disebut May Day, hmm kira-kira maksudnya apa ya may day itu, he tenang saja Kali ini kita tidak bahas itu kok,. he Basa basi brother and sist..
Oya, kali ini saya akan Bagikan sama teman-teman sebuah hal penting yang gak penting mungkin buat teman2, tapi buat ku ini sangat penting, eh terutama Buat kaum-kaum Galau, atau sering disebut Galauers indonesia...'

Pada Tau Gak Ya Lagu Galau Yang Paling Galau di Dunia, Lagu itu cukup exis akhir-akhir ini, ya Betul " Someone Like You " lagu yang dibawakan oleh Adele ini berhasil menghipnotis manusia-manusia menjadi Galau dan super Galau, sehingga terbentuk Komunitas-komunitas Galau.
Tapi ngomong-ngomong soal lagu adele - someone Like You yang tergolong Galau Itu Pernahkah brother and sist, mengartikan atau mengerti maksud dari Lagu Itu,?

Nah itulah yang jadi topik postingan saya Kali Ini, saya akan membagikan Maksud dari Lagu Tersebut Buat Brother and sist yang suka Galau, Ok langsung saja Yaa...

THE MEANING OF A SONG "SOMEONE LIKE YOU" BY ADELE

Dalam lagu Someone Like You, Adele menceritakan tentang sang mantannya yang ternyata telah bertemu kekasih yang baru, menikah, dan hidup dengan tenang bersama kekasihnya itu. Tidak hanya itu, mimpi sang mantan sudah tercapai. Kekasihnya yang baru itu juga dapat memberikan apa yang tidak dapat diberikan Adele kepada sang mantan.

Kembali diceritakan dalam lirik lagu, bahwa Adele tidak sanggup untuk keluar dari kesedihan yang tidak diharapkannya, tapi ia tahu bahwa ia tidak dapat terus berlarut-larut dalam kesedihan itu. Adele berharap sang mantan mau melihat dirinya dan mengingat kembali masa lalu, karena bagi dia itu semua belum berakhir.

Kenangan masa lalu itu tidak dapat dibandingkan dengan apa pun juga. Segala kekhawatiran maupun perhatian, penyesalan dan kesalahan, semuanya itu menghasilkan kenangan, suka duka yang tidak dapat dirasakan oleh orang lain.

Pada akhirnya Adele sudah pasrah. Ia akan mencari orang yang seperti sang mantan. Ia berdoa agar sang mantan mendapatkan apa yang terbaik dalam hidupnya. Tapi ia juga berharap sang mantan tidak melupakannya. Ia memohon demikian karena ia akan tetap mengingat masa lalu itu. Karena kadang kala kenangan itu memang tidak bisa terlupakan, walau adakalanya malah akan terasa sakit ketika hal itu dikenang...
Nah kira-kira seperti itu maksud dari lagu Adele- someone Like You, semoga Kaum-Kaum Galauers Makin Galau dan Kau-kaum Yang Belum Merasakan Galau Jadi Super Duper Galau... Heehehe... Salam Galau

MENGAPA 1 HARI=24 JAM??

INILAH ALASAN MENGAPA 1 HARI=24 JAM, 1 JAM=60 MENIT, DAN 1 MENIT=60 DETIK
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa dalam 1 hari ada 24 jam, dalam 1 menit ada 60 detik, dan dalam 1 detik ada 60 menit? Inilah jawabannya

Sistem bilangan yang paling banyak digunakan manusia saat ini adalah sistem desimal, yaitu sebuah sistem bilangan berbasis 10. Namun untuk mengukur waktu kita menggunakan sistem duodesimal (basis 12) dan sexadesimal (basis 60). Hal ini disebabkan karena metode untuk membagi hari diturunkan dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno Mediterania.

Pada sekitar tahun 1500 SM, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12, dan mereka mengembangkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di atas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam ke dalam 12 bagian. Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 di tiap jari, tidak termasuk jempol) yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol.

Jam matahari generasi berikutnya sudah sedikit banyak merepresentasikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jam”. Sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian, didasarkan atas pengamatan para ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari.

Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan. Namun demikian panjang hari dan panjang malam tidaklah sama, tergantung musimnya (contoh: saat musim panas hari lebih panjang dibandingkan malam). Oleh karena itu pembagian jam dalam satu hari pun berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Sistem waktu ini disebut dengan sistem waktu musiman.

Pada sekitar tahun 147-127 SM, seorang ahli astronomi Yunani bernama Hipparchus menyarankan agar banyaknya jam dalam satu hari dibuat tetap saja yaitu sebanyak 24 jam, disebut dengan sistem waktu equinoctial. Namun sistem ini baru diterima secara luas oleh saat ditemukannya jam mekanik di Eropa pada abad ke-14.

Eratosthenes (276-194 SM), seorang ahli astronomi Yunani lainnya membagi sebuah lingkaran menjadi 60 bagian untuk membuat sistem geografis latitude. Teknik ini didasarkan atas sistem berbasis 60 yang digunakan oleh orang-orang Babilonia yang berdiam di Mesopotamia, yang jika ditilik lebih jauh diturunkan dari sistem yang digunakan oleh peradaban Sumeria sekitar 2000 SM.

Tidak diketahui dengan pasti mengapa menggunakan sistem bilangan berbasis 60, namun satu dugaan mengatakan untuk kemudahan perhitungan karena angka 60 adalah merupakan angka terkecil yang dapat dibagi habis oleh 10, 12, 15, 20 dan 30.

Satu abad kemudian, Hipparchus memperkenalkan sistem longitude 360 derajat. Dan pada sekitar 130 M, Claudius Ptolemy membagi tiap derajat menjadi 60 bagian. Bagian pertama disebut dengan partes minutae primae yang artinya menit pertama, bagian yang kedua disebut partes minutae secundae atau menit kedua, dan seterusnya.

Walaupun ada 60 bagian, yang digunakan hanyalah 2 bagian yang pertama saja dimana bagian yang pertama menjadi menit, dan bagian yang kedua menjadi detik. Sedangkan sisa 58 bagian yang lainnya membentuk satuan waktu yang lebih kecil daripada detik.

Sistem waktu ini membutuhkan waktu berabad-abad untuk tersebar luas penggunaannya. Bahkan jam penunjuk waktu pertama yang menampilkan menit dibuat pertama kali pada abad ke-16. Sistem waktu ini digunakan hingga sekarang oleh kita manusia modern. (BAS-Vey/kotakpengetahuan) via fb> KF BUMI & ALAM Semesta

Ketekunan Adalah Kekuatan Kita

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus
menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin tujuan dan jalan
kita, maka kita terus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha, ketekunan adalah
kemampuan kita untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan.
Ketekunan adalah Kekuatan Kita

Kita harus tetap mengambil lagkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama.
Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang.
Bayangkan, andai saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada di sini sekarang.
Setiap langkah menaikkan nilai diri kita, apapun yang kita lakukan, jangan sampai kehilangan
ketekunan kita. Karena ketekunan adalah daya tahan kita.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah
langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil, dan langkah pertama
keberhasilan harus kita mulai dari rumah kita. Rumah yang paling baik adalah hati kita, itulah
sebaik-baik tempat untuk memulai dan untuk kembali.
Karena itu mulailah kemajuan kita dengan memajukan hati kita, kemudian pikiran kita, dan
usaha-usaha kita. Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati
kita.

Anda Bisa Jika Anda Berpikir Anda Bisa

seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata. Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman sayasejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor,
apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg
sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading
Anda bisa jika anda berpikir anda bisaJakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar
dari Kelapa Gading.
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya
sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan
sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Bandung.
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi
jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya
tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman
temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia
menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat
diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini
mengurung anda.
Ada seorang tukang becak yang bertahun2 mengayuh becak tapi dengan berpikir bisa merubah
nasib melalui bisnis Network Marketing akhirnya dia bisa menjadi Group Director dengan income
jutaan rupiah perbulan dan tidak perlu peras keringat dan berpanas-panas lagi disiang hari.
Ada seorang tukang sayur yang hanya tamatan SD berkali-kali coba mencari peluang karena ingin
merubah nasib tapi karena selalu berpikir bahwa nanti pasti bisa mendapatkan usaha yang tepat
akhirnya dia menemukannya dengan pendapatan bulanan mencapai 8 digit dan tidak kekurangan finansial
lagi.
Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda
akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata
anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia
dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah
diganti dengan......

Sukses Selanjutnya

Banyak orang yang sukses berkarier sebagai pengusaha, eksekutif, professional, artis, cendekiawan, pejabat tinggi, atau para celebrity ternama yang kelihatan memiliki kehidupan luar mengagumkan, namun ternyata memiliki kehidupan pribadi yang kurang bahagia.
Sukses SelanjutnyaMereka merasakan kehampaan hidup, kekosongan hati atau kemiskinan jiwa dan bahkan banyak yang
kehidupannya diakhiri "unhappy ending" , seperti terbukti melakukan korupsi, berakhir dipenjara, melakukan penipuan, penggelapan pajak atau terbukti selingkuh yang ditayangkan berbagai media masa, dll.
Seseorang yang meraih "outer success" atau kesuksesan duniawi seperti karier yang cemerlang, gelar akademik yang berderet panjang, konglomerat yang menguasai puluhan perusahaan atau popularitas yang tinggi, ternyata kalau tidak diimbangi dengan diimbangi dengan "inner success" atau sukses ukhrawi, hanya akan berakhir dengan kesia-siaan hidup.
Mengejar kesuksesan dengan hanya mengedepankan satu sisi "material sukses" semata dengan tidak mengimbangi sisi lainnya yakni "spiritual sukses " hanyalah akan berkahir dengan kehampaan dan kemiskinan hati.
· Kalau demikian, bagaimana melanjutkan kesuksesan yang sudah kita dapatkan pada tingkatan yang lebih tinggi ?
· Apa sukses selanjutnya setelah satu sisi kesuksesan duniawi sudah kita raih ?
· Bagaimana mensinergikan antara "Inner Success" dengan "outer success" yang kita dapatkan ?
Sukses Selanjutnya
Pertanyaan seperti ini dapat menggiring manusia pada usaha memahami makna sukses yang lebih tinggi, yakni sesuai dengan visi dan misi hidup yang diberikan oleh Allah Sang Pemilik Kehidupan kepada manusia. Karena puncak kesuksesan dan kemenangan hidup itu bukanlah pada prestasi duniawi yang nampak menggiurkan dan menyilaukan mata itu, tetapi masih ada perjalanan sukses yang sesungguhnya yang menyentuh aspek spiritual manusia. Saya sungguh terkesan dengan apa yang menjadi prinsip bisnis Konosuke Matsushita, seorang pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Group Perusahaan Jepang Matsushita.

 Dia memiliki motto hidup yang juga menjadi motto bisnisnya adalah "Life isn't only for bread", atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti. Saya percaya statemen singkat dan terlihat sederhana ini tidak terjadi begitu saja, karena pasti lahir dari proses panjang dalam perjalanan kehidupannya hingga dapat menemukan
sebuah tujuan kehidupan tertinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh Matsushita dalam hidupnya dengan tidak hanya menjadi seorang entrepreneur sukses luar biasa. Matsushita juga mengabdikan hidupnya menjadi pendidik, menjadi penulis puluhan buku, membagikan ilmunya kepada banyak orang dan ternyata ia juga dikenal sebagai seorang filsuf yang sangat popular. Meskipun memiliki kekayaan harta berlimpah, namun gaya hidupnya sederhana jauh dari kemewahan duniawi. Matsushita bahkan rela menyumbangkan ratusan juta US Dollar dari uang pribadinya dan dari kas perusahaannya untuk kepentingan kemanusiaan.
Sebagai makhluk yang sempurna, manusia perlu memahami mengapa kita hidup, untuk apa kita hidup dan kemana tujuan akhir kehidupan tertinggi. Memahami hal ini akan menggiring kita untuk menemukan siapa Tuhan kita sebenarnya. Dengan demikian dalam hidup, kita tidak akan mudah dibelokkan untuk ber-Tuhan kepada kekayaan harta, ber-Tuhan kepada jabatan, ber-Tuhan kepada gelar akademik, ber-Tuhan kepada popularitas dan semua asesories duniawi lainnya. Kita tidak mudah dibelokkan oleh kemilau dan gemerlapnya aksesories duniawi yang menyesatkan, kemudian melalaikan nilai-nilai spiritual yang menjadi pusat gravitasi jiwa dalam setiap langkah kehidupan. Karena pusat orientasi hidup tertinggi yang
dapat menyentuh pada kebahagiaan aspek spiritualnya manusia adalah pada hati yang "taqarrub" atau menuju pada sifat-sifat Allah yang Maha Agung yang sudah "built in" dalam diri kita.
· Pernahkah Anda merasakan suatu kebahagiaan ketika Anda membantu orang lain dari kesusahan, seperti mereka yang terkenal korban gempa, korban banjir, korban lumpur atau kelaparan ?
· Dapatkah Anda merasakan kenikmatan dan kepuasaan hati ketika dapat menolong orang lain memerlukan bantuan ?
· Bisakah Anda merasakan sebuah kedamaian jiwa ketika Anda dapat membagi kebahagiaan yang kita miliki dengan orang lain ?.
· Bagaimana kita dapat merasakan kesuksesan yang lebih berarti ketika kita dapat membantu kesuksesan orang lain ?
· Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan yang menyentuh hati ketika menggunakan segenap potensi yang kita miliki untuk tujuan kemuliaan hidup ?
Hermawan Kartajaya mempunyai caranya sendiri dalam mengabdikan hidupnya untuk orang lain. Sebagai seorang guru marketing, Hermawan adalah salah satu orang yang saya kagumi dan membuat diri saya "melek" marketing. Mungkin juga berjuta orang Indonesia lainnya menjadi melek marketing melalui buku-bukunya.
Dalam bukunya "Hermawan Kartajaya on Marketing ", dia mengatakan, "Kalau meninggal, saya ingin dikenang di nisan saya `Di sini berbaring Hermawan Kartajaya the great marketing contributor', semacam itulah. Jadi saya bicara bolak-balik supaya nanti anak dan cucu saya ingat." Itulah Hermawan Kartajaya yang mendedikasikan hidupnya bagi marketing. Kini berbagai pemikiran dan konsep marketing yang dibuatnya sudah diakui di berbagai negara dan dirinya dikenal sebagai pakar marketing kelas dunia.
Setiap orang memiliki kesempatan berperan dalam meletakkanlah landasan kehidupan mulia bagi dirinya. Membuat peran kehidupan mulia yang dapat dikenang oleh kehidupan dan dunia. Setiap orang dapat menjadi sumber cahaya yang memancar menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan disekitarnya. Karena setiap manusia memiliki bekal kecerdasan dalam menjalani kehidupannya.
Kalau Matsuhita mengabdikan hidupnya untuk menulis buku, mengajar dan memberikan bantuan bagi kemanusiaan dan Hermawan Kartajaya mengabdikan hidupnya untuk dikenang sebagai the great marketing contribnutor, lalu bagaimana dengan Anda ?
Bagaimana menemukan suara hati yang menjadi keinginan agung dalam diri kita ? Bagaimana memberdayakan anugerah yang ada dalam diri kita untuk meraih kesuksesan dan keagungan dalam hidup ?

Apa yang Anda Lupakan Hari ini?

Saya kenal seorang teman yang membenci bosnya karena bosnya itu tidak pernah memberinya kenaikan gaji. Ia pulang ke rumahnya dari kantor dengan kemarahan pada bosnya. Dan, karena tak mampu mengontrol kejengkelannya sewaktu-waktu, ia melemparkan kemarahan itu pada istri dan anak perempuannya.
Apa yang Anda Lupakan Hari ini?

Ia ke tempat tidur tapi tidak dapat tidur karena sementara itu ia merencanakan cara-cara membunuh bosnya. Pagi hari ia bangun dengan keputusan untuk mendamprat bosnya; kemudian ia duduk di kursinya dan mengubur kemarahannya untuk sementara waktu. Akan datang saatnya ketika Anda datang ke tempat tidur dan membanting bantal. Anda sama sekali sendirian dengan pikiran-pikiran Anda sendiri, aset-aset Anda dan kekurangan- kekurangan Anda. Kemudian tanyakan pada diri Anda apa yang Anda lupa lakukan selama hari yang telah berlalu tadi.
Apakah Anda lupa tersenyum, setidak-tidaknya sekali sehari?

Apa yang Anda Lupakan Hari ini?Apakah anda lupa untuk memuji seseorang atas perbuatan baiknya? Atas kata-kata baik yang ia ucapkan? Lupakan bahwa Anda dapat bahagia, bahwa Anda dapat membiasakan kebahagiaan? Apakah Anda melupakan kemarahan, kekesalan, perasaan-perasaan negatif ini yang menjauhkan Anda dari diri Anda dan membuat Anda menjadi kerdil dari sesungguhnya? Lupakah Anda dilahirkan untuk sukses dalam hidup? Apakah Anda lupa bahwa Anda memiliki aset-aset dalam diri Anda yang Tuhan Anda berikan? Apakah Anda lupa bahwa Anda bermartabat karena anda diciptakan sebagai Citra Allah? Apakah Anda lupa untuk bersikap tulus? Apakah Anda lupa untuk memahami kebutuhan orang lain? Apakah Anda lupa untuk berbelaskasihan ? apakah Anda lupa untuk percaya diri? Apakah Anda lupa untuk menerima diri Anda apapun Anda dan tidak mencoba menjadi orang lain? Apakah yang Anda lupakan hari ini? Pikirkanlah satu hal yang tidak Anda ingin lupakan besok. Ini akan membuat Anda relaks dan lebih baik. Adakanlah pemeriksaan terhadap diri Anda setiap hari. Hal ini menyumbangkan citra diri Anda dan memberi Anda kedamaian pikirin untuk meraih cita-cita esok hari. Lakukan sesuatu yang berarti buat diri anda sendiri maupun orang lain dan Anda akan menpunyai makna buat hidup orang lain.

Apa yang Kita Sombongkan?

Apa yang kita sombongkan
Sumber : www.motivasi.web.id
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang
sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras.
Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, Apa yang sedang
Anda lakukan? Sang Guru menjawab, Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya
memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi
orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk
membunuh perasaan sombong saya.
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap
muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa
lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih
kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih
bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.
Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi
sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di
dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego
menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) .
Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat
dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub.
Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi,
seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita
butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak
lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang
memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak
suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa
melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita
lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi
makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk
hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan
kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita
tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala ‰tampak luar† lainnya. Yang kini
kita lihat adalah ‰tampak dalam†. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita
dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.
Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan
pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita
lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup,
maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita
sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?